Kamis, 08 Oktober 2015

Penggunaan Ban Vulkanisir Hemat 65%



Ban Vulkanisir, Hemat Biaya Pembelian Ban 65%. Pengunaan ban vulkanisir yang dikenal dengan istilah ban masak bisa menghemat biaya pengadaan ban para pengendara hingga hingga 65%. Ban vulkanisir juga lebih murah dari sisi harga ketimbang ban mentah keluaran pabrik. 

Kemudian, ban yang diolah dengan teknologi dingin itu juga aman dalam hal pemakaian. "Harganya jauh lebih murah, kalau dihitung secara persentase, hanya 35 persen dari ban baru," kata Manager CV Medan Deli Super" Ahua kepada Vulkanisir Ban Blog, Kamis  (08/10). Dicontohkanya, ban yang kerap dipakai bus atau truk dengan ukuran 9.00, 10.00 dan 11 R biasa dijual dengan harga sekitar Rp4 juta. 

Sedangkan ban vulkanisir sekitar Rp1 juta hingga Rp1,25 juta. "Harga vulkanisir sesuai denga ukuran ban. Makin besar diameter ban, makin besar selisih harga dengan harga baru. Kalau lingkar ban dan tapaknya semakin kecil, selisihnya tipis," katanya. Ia menambahkan,vulkanisir di tempatnya memproses ban jenis Radial Plus, HigHway dan R4200 dengan ukuran besar. 

Dia mengatakan, berdasarkan pengalaman pelanggannya, pemakaian ban vulkanisir tidak jauh berbeda dengan ban baru. "Seorang pelangganya dari Aceh mengaku, pemakaian ban baru hanya 8 trip, sedangkan dengan ban vulkanisir, bisa sampai 11 trip. Saya tidak tahu trip mana dimaksud, namun pengakuan customer kami, lebih hemat menggunakan ban ini," katanya. Ban vulkanisir, jelasnya, adalah proses menempel tapak ban pada ban dasar melalui pemasakan dibawah 100 derajat celcius.
Proses yang tidak menggunakan panas berlebihan akan menjaga ketahanan dan kualitas ban dasar atau bekas ban yang sudah aus. 

 Untuk menjaga kualitas dan keselamatan pengguna, ban bekas yang aus diuji, apakah masih layak pakai atau tidak. "Kalau ban dasar tidak layak pakai, atau sudah rusak, kami tolak," katanya. Setelah semua tahapan selesai dan ban hasil vulkanisir dingin selesai, pihaknya masih menguji kelaikan dari ban yang akan diserahkan pada pemakai. "Ban yang sudah di-curing atau proses akhir masih diteliti, mengenai kesempurnaan menyeluruh dan memastikan tidak ada masalah," sebutnya. Dia mengatakan, ban bekas pakai yang aus hanya bisa di-retread maksimal lima kali. 

Namun, perkiraan itu tidak bisa menjadi patokan, karena tidak semua ban dasar itu punya kualitas baik. Bisa saja, sudah ada kerusakan karena terlalu dipaksa saat pemakaianya, atau tidak dirawat dengan baik selama digunakan, sampai motif ban aus. Mengenai kualitas, lanjutnya, teknologi vulkanisir ada sejak tahun 1957. 

Dealer franchise vulkanisir dingin hadir di Medan tepatnya di KIM Mabar 2 sejak tahun 2008 Sebagai cabang dari Pabrik yang dibangun sejak 1984 di daerah Tebing Tinggi. Sejak tahun 2008 menjadi bagian dari group Deli Super yang menjadi nama merk Deli Super Dan MDS. Saat ini, perusahaan yang dikelolanya itu secara franchise memegang ISO9002. "Tapak ban, lem dan pengolahanya sudah mendapat ISO 9002," katanya meyakinkan. 

Ban Vulkanisir Seorang pekerja sedang menggelindingkan ban . Penggunaan ban olahan vulkanisir dingin menghemat sebesar 65% setiap ban.

Contoh Bunga Ban Vulkanisir Yang sering digunakan :